MemBUAT WebServer POrtable / UsbWebServer [Flashdisk]

[Hacker] Bagi yang seneng Demo Web Dengan Flashdisk Saia Memberikan
Informasi Mengenai USbPortable Sebenernya tutorial ini banyak
ada di google dan udah lamaada tapi telah diperbaharui.
Dulu Sewaktu Saia Kerja Di Salah Satu Web POrtal & Development Saia
Mnggunakan ini untuk mendemokan Web” yang akan dijual ke sekolah”, Instansi Pemerintahan, Perusahan”
Kecil Dan Menengah langsung aja saia jelaskan biggrin
Pada kondisi dimana user minta bisa mencoba aplikasi yang kita bangun menggunakan WAMP
(Windows Apache MySQL PHP) dan belum terdapat server komputer yang dapat kita installkan
infrastruktur yang dibutuhkan, kita dapat menggunakan portable
WAMP yang dapat dijalankan dari USB.
Kondisi lainnya adalah ketika kita ingin membuat versi trial aplikasi web kita ke caloncustomer.
Salah satu yang dapat digunakan adalah USB Webserver (http://www.usberbserver.nl).  Aplikasi
ini berisi Apache, PHP, dan MySQL yang telah dikonfigurasi dan siap dijalankan sehingga kita
tinggal mengisi aplikasi web yang akan kita demokan ke client.
Instalasi USB Webserver cukup mudah, tinggal extract file setupnya aja ke drive USB yang mau
dibawah.  Setelah disetup dan diextrak, akan terdapat beberap direktori dibawah direktori
utama misalnya E:\UsbWebserver, dimana E: adalah USB drive.
Direktori yang paling penting adalah D:\UsbWebserver\Root, dimana kita akan menyimpan
aplikasi  web yang akan dijalankan.

Spoiler :
https://i1.wp.com/i370.photobucket.com/albums/oo142/ajusspy/1.png

Setelah dijalankan USB Webserver akan siap melayani akses web server pada port 8080 (dapat
diganti melalui Settings Apache). Jadi misalnya aplikasi kita disimpan pada direktori
C:\UsbWebserver\Root\demo maka aplikasi tersebut tinggal diakses melalui web browser pada
alamat http://127.0.0.1:8080/demo.
Ketika dijalankan, maka terlihat halaman untuk setingan utama USB Webserver yaitu bahasa,
hide at start, dan open localhost at start untuk menjalankan browser secara otomatis saat
aplikasi dijalankan:
Pada halaman tsb kita dapat mengontrol server MySQL, APache, dan SMTP yaitu dengan menklik
tombol-tombol yang terdapat pada bagian atas halaman tsb. Tanda kotak artinya server sedang
berjalan, dan untuk mematikannya klik tombol tsb sehingga berubah menjadi tombol segitiga
yang artinya server sedang tidak berjalan.
Klik tab Smtp untuk menampilkan settingan server SMTP yaitu host, port, dan email.

Spoiler :
https://i0.wp.com/i370.photobucket.com/albums/oo142/ajusspy/2.png

Klik tab Apache untuk melihat settingan server Apache, yaitu port webserver yang default nya
8080, dan jenis error yang akan ditampilkan pada log, defaultnya semua error.

Spoiler :
https://i2.wp.com/i370.photobucket.com/albums/oo142/ajusspy/3.png

Klik pada tab MySQL untuk melihat settingan MySQL yaitu port yang defaultnya  3307 dan
password root MySQL yaitu usbw. APlikasi yang hendak kita jalankan perlu menyesuaikan dengan
setting yang didefinisikan disini.

Spoiler :
https://i0.wp.com/i370.photobucket.com/albums/oo142/ajusspy/4.png

Untuk menyimpan settingan yang sudah ditentukan klik tombol “Opslaan” … gak tau artinya apa
soalnya bhs Belanda, tapi kira-kira kayak OK gitu.. Atau klik tombol “Annuleren” untuk
cancel.
Untuk membuka log file, config file, phpmyadmin, dll dapat digunakan tombol segitiga
dibagian atas tengah window.

Spoiler :
https://i2.wp.com/i370.photobucket.com/albums/oo142/ajusspy/5.png

Menu yang muncul dapat digunakan untuk:

* membuka halaman setting spt diatas, Settings:Usb Webserver
* membuka config file apache httpd.conf, Settings:Apache
* membuka config file PHP.INI, Settings:PHP
* membuka config file phpmyadmin, Settings:Phpmyadmin
* membuka web browser pada alamat default, Localhost
* membuka folder root directory, Root Directory
* membuka web browser PhpMyAdmin
* membuka web browser yang berisi halaman informasi PHP, Php Info
* membuka halaman About
* dan menutup aplikasi

Beberapa Catatan

Spoiler :
* settingan port mysql defaultnya 3307, sehingga aplikasi anda perlu menyesuaikan
terutama pada function db_connect mysql, atau ganti settingan ini menjadi default MySQL
yaitu 3306.
* settingan port apache defaultnya 8080, sehingga pemanggilan aplikasi harus menyertakan
nomor port ini, misalnya http://localhost:8080, atau ganti settingan ini menjadi default
Apache yaitu 80.
* settingan PHP.INI, allow_call_time_pass_reference defaultnya Off, sehingga aplikasi
PHP perlu menyesuaikan yaitu tidak bisa mengirimkan parameter function langsung menggunakan
variabel tetapi harus menggunakan refference variable tersebut, atau ganti settingan ini
menjadi On (tidak direkomendasikan oleh PHP/Zend karena option ini bakalan dimatikan )

DOWNLOAD HERE

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s